Hari Ini:

Senin 11 Dec 2017

Jam Buka Toko:

Jam 08.00 s/d 16.00 WIB

Telpon:

+6285230102223

SMS/Whatsapp:

+6285230102223

Line ID:

jayaairrifle

BB Messenger:

2BE5DE50

Email:

jayaairrifle@gmail.com

Cara Kerja Senapan Angin Gejluk

28 February 2017 - Kategori Blog

Bagi yang memiliki Senapan Angin Gejluk , pasti sudah paham bagaimana cara menggunakanya. Tetapi kalau ditanya, bagaimana sistem kerja Senapan Angin Gejluk sehingga bisa melontarkan peluru? Barangkali masih banyak yang kebingungan.

Padahal memahami sistem kerja sangat penting agar kita mengetahui mana-mana saja komponen yang wajib ada. Mana-mana pula komponen yang bisa dihilangkan. Sederhana sepertinya.

Yups, setiap senapan angin memiliki cara kerja tersendiri. Meski secara umum, semua senapan angin bekerja menggunakan prinsip ilmu fisika. Misalnya pada Senapan Angin Gejluk yang memanfaatkan angin yang telah dimapatkan di dalam tabung melalui proses pompa ‘gejluk’.

 

Senapan Agin Gejluk  dikenal pula gejlug, locok, kocrok  atau senapan angin pompa kaki memiliki cara kerja yang cukup sederhana. Ia bekerja dengan cara memanfaatkan angin yang dimapatkan di dalam tabung untuk melontarkan peluru sesuai kecepatan yang diinginkan.

Biasanya kecepatanya (speed) bisa 1,2,3,4 kali. Ada juga beberapa tipe yang memiliki kecepatan hingga speed 7 kali. Tergantung berapa operan (gigi/grill) yang sobat pilih. Berikut cara kerja sanapan angin ini:

  1. Setiap peluru yang ditembakkan oleh senapan angin harus memiliki energi. Itu wajib

Tanpa energi, peluru tidak akan pernah bisa terlontar. Energi ini di dapat dari tekanan udara yang berada di dalam tabung. Untuk senapan angin gejluk, tekanan udara di dapat dengan cara memompa tuas pompa naik turun (gejlukkan) hingga beberapa kali.

Berapa kali jumlah gejlukanya tergantung besarnya tabung. Bisa 400 kali, bisa pula hingga 1000 kali. Yang pasti, ada baiknya jika soba isi tabung udara dengan tekanan udara mencapai maksimal.

  1. Seluruh komponen bekerja sebagai satu kesatuan

Senapan Angin Gejluk memiliki beberapa komponen utama yang harus bekerja sebagai satu kesatuan. Komponen utama yang terdiri dari Pompa, katup udara, tabung udara, laras senapan dan peluru yang harus sesuai dan dalam keadaan normal. Sebab masing-masing mengaplikasikan prinsip fisika dengan peranan tersendiri yang menjadikan senapan angin gejluk bekerja.

  • Komponen tuas pompa memiliki fungsi untuk menekan katup masuk udara untuk dimampatkan kedalam tabung udara senapan. Di sinilah letak perbedaan antara senapan angin tipe gejluk dengan tipe lainya. Misalnya dengan multipump, ia menekan udara dengan cara memompa menggunakan pompaan tangan. Sementara pada tipe gejluk menggunakan sistem pengisian angin dengan menekan tuas pompa naik turun.
  • Komponen tabung udara memiliki fungsi untuk menyimpan udara yang telah dimapatkan oleh tuas pompa yang nantinya berfungsi untuk mendorong peluru. Tentu semua senapan angin mengaplikasikan prinsip semacam ini.
  • Katup udara memiliki fungsi untuk memisahkan tabung penyimpan udara dengan udara yang berada di luar dan juga tabung udara dengan ruang laras.
  • Laras senapan memiliki fungsi untuk menempatkan peluru dan mengarahkan kemana arah tembakan.
  • Terakhir peluru. Ia harus mampu melewati laras dengan jalur tempuh yang seimbang di dalam laras. Itulah mengapa peluru sudah dibuat dengan sedemikian rupa.

Jika seluruh komponen di atas dalam keadaan normal, tentu Senapan Angin Gejluk dapat bekerja dengan optimal. Sebaliknya salah satu saja mengalami masalah, senapan angin tidak akan dapat bekerja.

  1. Udara hanya boleh keluar saat pelatuk ditarik

Itulah mengapa di dalam ujung tabung diletakkan katup searah. Fungsinya tak lain untuk manahan udara yang masuk. Kemudian mengeluarkan udara saat pelatuk di tarik.  Pada saat pelatuk searah di buka, udara dalam tabung akan keluar menuju laras senapan mendorong peluru.

Begitupun ketika peluru dimasukkan ke dalam laras, peluru harus terlebih dahulu sobat dorong masuk ke dalam agar posisinya tidak terbalik. Jika posisi terbalik, peluru tidak akan bisa dilontarkan.

Dengan bentuk peluru yang khusus, di mana dasar peluru bidang bertujuan untuk memaksimalkan dorongan udara. Ujung peluru yang lancip juga bertujuan agar mudah menerobos udara saat ditembakkan.

  1. Senapan Angin juga bekerja menggunakan prinsip rekayasa fluida pneumatik dan proses kerja mekanik.

Energi potensial yang dibentuk oleh tekanan udara di dalam tabung akan mendorong peluru saat katub dibuka. Katub hanya bisa terbuka dengan sempurna saat pelatuk di tarik. Kemudian udara yang keluar akan melewati laras dan mendorong peluru terlontar.

Peluru yang dilontarkan oleh laras akibat dorongan udara dari tabug memiliki kecepatan dan massa. Dan karena memiliki massa peluru juga memiliki momentum. Sehingga dalam ilmu fisika kita dapat mengartikan bahwa peluru yang dilontarkan oleh senapan angin gejluk mengandung V0 (kecepatan awal), Vt (Kecepatan), m (massa) dan s (jarak tempuh). Masing-masing dapat kita ukur secara akurat.

Misalnya saja untuk mengukur jarak jangkauan peluru, walau pada senapan angin gejluk daya jangkau tertulis hingga 150 meter, sebenarnya dapat kita buktikan dengan mengukur berapa tekanan angin dan massa peluru. Sebaliknya untuk mengukur tekanan angin dapat dilakukan dengan menghitung daya jangkauan peluru.

Prinsipnya, semakin besar tekanan angin mendorong peluru semakin jauh pula peluru yang dilontarkan. Itulah mengapa jika kita kerap menggunakan gigi penuh (speed 4 misalnya), angin yang ada pada senapan angin gejluk akan cepat habis. Tetapi dengan speed 4 kita dapat melumpuhkan babi hutan.

Teori di atas jika diaplikasikan pada Senapan Angin gejluk Pasopati Dual Power, yang memiliki kapasitas tekanan angin 2700 psi. Kita dapat menghitung berapa kali kemampuan tembakan senapan angin ini jika angin terisi penuh.

Jawabanya tentu tergantung berapa banyak tekanan angin yang sobat keluarkan untuk sekali tembak. Jika sobat memaksimalkan kecepatan peluru hingga 1150 fps, tentu hanya mampu sekitar 25 hingga 30 Kali Tembakan. Untuk mengisi hingga penuh dibutuhkan hingga 2000 tumbukan itupun dengan catatan sobat melakukan dengan benar..

Cara Pengisian Angin Pada Senapan Angin Gejluk

Berapa kali ‘gejlukan’ agar tabung senapan angin gejluk bisa terisi penuh? Tergantung berapa kapasitas tabung senapan angin sobat. Makin besar tabungnya, makin banyak pula gejlukan yang harus sobat lakukan secara manual. Misalnya tabung dengan kapasitas tekanan angin 2700 psi, itu butuh 2000 tumbukan hingga terisi penuh. Jika sobat menarik pompanya hanya setengah, tentu sobat butuh lebih banyak dari itu. Untuk mengisinya, sobat bisa lakukan dengan cara berikut:

  1. Tarik Pompa dan Gejlukkan.

Untuk memompa Senapan Angin Gejluk, hal pertama yang perlu sobat lakukan adalah membuka pengunci pompa yang berada di ujung senapan. Arahkan senapan angin terbalik ke arah tanah, lalu injak besi pengunci (lihatlah pada gambar). Tarik badan senapan angin ke atas dengan tetap menginjak pengunci pompa hingga berbunci “ces” lalu “gejlukkan” dengan kencang hingga berulang kali. Seperti saat sobat memompa ban motor atau sepeda.

  1. Pompalah sampai laras terasa hangat.

Mungkin bisa 40 kali, 50 kali atau 60 kali. Tergantung senapan angin sobat. Saat sobat merasakan demikian berhentilah sebentar untuk mendinginkan senapan angin. Kira-kira selama 5 sampai 10 menit. Setelah itu, baru bisa sobat lanjutkan kembali.

  1. Setelah tabung terisi penuh kaitkan kembali pengunci pompa.

Jika sobat mengalami kesulitan saat hendak mengaitkan, lakukan dengan cara tarik setengah pompa lalu gejlukkan dengan keras beberapa kali. Ini akan memaksa angin masuk seluruhnya ke dalam tabung dan sobat baru bisa mengaitkan pengunci. Ingat, tidak ada standar baku berapa kali sobat harus mengejlukan, semua tergantu besarnya tabung dan besarnya angin yang masuk untuk sekali pompa.

  1. Isi senapan angin yang baru pertama kali datang.

Mengapa? Karena senapan angin yang baru sobat beli umumnya hanya diisi 200 hingga 300 kali gejlukan saja oleh penjual. Lagipula, mengisi penuh senapan angin gejluk yang baru dibeli bertujuan untuk mengidentifikasi apakah seluruh komponen bekerja sebagai mana mestinya atau tidak.

Setelah tabung terisi penuh, sobat bisa gunakan senapan angin untuk beberapa kali tembakan. Biasanya sudah cukup untuk satu kali melakukan kegiatan buruan. Selain memompanya secara manual, sobat juga bisa mengisinya ditempat pengisian PCP. Tetapi, tetap ada beberapa catatan penting yang harus sobat perhatikan selama melakukan pengisian:

  • Jangan mengisi menggunakan oksigen murni (O2), sebab ia mudah terbakar.
  • Jangan buka buka penuh regulator angin, jika tabung berisi lebih dari 2000 psi. Cukup lihat manometer tekanan saja.

Untuk menggunakan senapan angin gejluk, sobat bisa mulai dengan membuka grendel lalu tarik free. Baru kemudian dilanjutkan dengan menarik grendel speed. Silakan atur sesuai dengan target buruan sobat. Masih belum faham? Berikut lengkapnya.

Cara Menggunakan Senapan Angin Gejluk Agar Tepat Sasaran

Cara Kerja Senapan Angin Gejluk berbeda dengan senapan angin multipump, ada grill gigi yang bisa mengatur kecepatan peluru. Jadi jangan sampai sobat menembak burung dengan kecepatan penuh. Itu hanya membuang-buang angin saja, atau menembak babi hutat dengan speed 1. Ia tidak akan lumpuh.

  • Masukkan peluru dan pastikan peluru benar-benar masuk. Lalu kunci grendelnya biar peluru tak terbalik.
  • Gunakan peluru dengan kaliber 4.5 mm. Kecuali sobat telah mengganti lup menjadi lebih besar. Tentu sobat harus ingat, kaliber peluru lebih dari 4.5 mm harus dengan ijin pihak berwenang dulu.
  • Umumnya speed 1-2 itu untuk burung, tupai atau hewan kecil lainya, speed 3-4 untuk kera, biawak, musang atau yang seukuran lainya sementara speed Sped 5-7 biasanya untuk hewan lebih besar seperti Babi.

Kalau sobat tak ingin mengunakan senapan angin sobat alias disimpan ada baiknya senapan angin disimpan dalam keadaan tabung terisi tidak penuh. Hanya 200 sampai 300 gejlukan dan dalam keadaan gigi tidak aktif. Hal ini baik untuk keamaan dan menjaga kualitas senapan angin.